Struktur tata kelola air melibatkan berbagai institusi di tingkat daerah. Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perencanaan Ruang) bertanggung jawab atas proyek infrastruktur air, kanal irigasi, dan manajemen banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah menangani kesiapsiagaan bencana serta mitigasi dan pengelolaan banjir. Lembaga proyek SPAM Karian Serpong fokus pada peningkatan penyediaan air. Perkumpulan Petani Pemakai Air berperan dalam alokasi air, pemeliharaan infrastruktur irigasi, dan penyelesaian sengketa. Industri seperti pembangkit listrik dan ekstraksi batu alam memanfaatkan Sungai Cimanuk sebagai sumber air. Organisasi masyarakat juga terlibat dalam tata kelola air lokal. Koordinasi antara lembaga-lembaga ini penting untuk pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan perencanaan tata ruang yang terintegrasi dengan kepentingan pemanfaatan air.[1]
Analysis of regional water governance, Section: Introduction. ↩︎