Perempuan dan Tenurial Air
Meskipun perempuan memiliki hak legal yang sama dengan laki-laki atas air di Indonesia, dalam praktik mereka menghadapi hambatan signifikan dalam mengakses, mengendalikan, dan mengambil keputusan tentang air.
Peran Ganda Perempuan
1. Peran Domestik
Tanggung jawab tradisional:
- Mengambil air untuk memasak, minum, mandi
- Mencuci pakaian dan peralatan rumah tangga
- Menjaga kebersihan dan sanitasi keluarga
- Merawat anak dan orang tua (memerlukan air)
Beban waktu: Perempuan menghabiskan 2-4 jam per hari untuk tugas terkait air1
2. Peran Produktif
Kontribusi ekonomi:
- Bekerja di sawah (tanam, panen, pascapanen)
- Mengelola kebun rumah dan ternak
- Mengolah hasil pertanian
- Berdagang di pasar
Semua aktivitas ini memerlukan air tetapi tidak diakui dalam alokasi formal.
3. Beban Ganda (Double Burden)
Perempuan harus:
- Menyelesaikan tugas domestik DAN produktif
- Tidak ada pembagian kerja yang adil
- Saat air langka, beban meningkat (harus mencari sumber alternatif)
Eksklusi dalam Tata Kelola Air
Partisipasi Rendah dalam p3a
Kenyataan:
- Mayoritas (>90%) anggota dan pengurus P3A adalah laki-laki
- Perempuan jarang hadir dalam rapat P3A
- Tidak ada kuota atau affirmative action untuk perempuan
Penyebab:
- Norma sosial: “air irigasi adalah urusan laki-laki”
- Rapat dilakukan malam hari (perempuan harus di rumah)
- Perempuan tidak merasa percaya diri berbicara di forum didominasi laki-laki
Dampak:
- Kebutuhan air perempuan (domestik, kebun rumah) diabaikan
- Prioritas alokasi mengutamakan sawah (domain laki-laki)
- Tidak ada suara perempuan dalam keputusan gilir-giring
Tidak Hadir dalam tpop
Forum pengambilan keputusan tingkat tinggi:
- Tidak ada perwakilan perempuan
- Tidak ada perspektif gender dalam RTTG (cropping pattern plan)
- Keputusan dibuat tanpa mempertimbangkan dampak pada perempuan
Dampak Kelangkaan Air pada Perempuan
Saat air langka, perempuan terdampak lebih parah:
Beban Kerja Meningkat
- Harus berjalan lebih jauh untuk air (sumur komunal vs sumber yang dekat)
- Waktu mengambil air meningkat 2-3x lipat
- Mengurangi waktu untuk istirahat, pendidikan, atau income-generating activities
Risiko Kesehatan
- Membawa beban berat (jeriken air 20-30 liter)
- Risiko cedera punggung dan tulang
- Akses ke air bersih berkurang → penyakit waterborne
Konflik Domestik
- Ketegangan dalam rumah tangga saat air tidak cukup
- Kekerasan berbasis gender (gender-based violence) meningkat saat stress
Kontrol atas Air
Formal: Hak Setara
- uu-17-2019 tidak diskriminatif berdasarkan gender
- izin-sipa dapat diajukan oleh laki-laki atau perempuan
Praktik: Kontrol Laki-laki
Gap antara bundel-hak dan bundel-kekuasaan:
- Meskipun hak formal setara, kekuasaan aktual ada pada laki-laki
- Laki-laki yang mengontrol pintu air, pompa, dan keputusan irigasi
- Laki-laki yang bernegosiasi dalam p3a dan dengan bbws
Aset dan Sumber Daya
Kepemilikan Lahan
- Sawah atas nama suami, meskipun istri ikut mengerjakan
- Warisan tanah lebih sering ke anak laki-laki
- Akses ke p3a biasanya melalui kepemilikan lahan
- Janda atau perempuan kepala keluarga kesulitan mendapat pengakuan
Akses Modal
- Perempuan lebih sulit mendapat kredit untuk pompa
- Pompanisasi didominasi laki-laki
- Kelompok tani perempuan jarang mendapat bantuan infrastruktur air
Pengetahuan yang Terabaikan
Perempuan memiliki pengetahuan penting tentang air yang tidak diakui:
- Kualitas air dan keamanan untuk konsumsi
- Sumber air alternatif di sekitar desa
- Teknik hemat air dalam rumah tangga
- Pola cuaca dan ketersediaan air musiman
Pengetahuan ini tidak diintegrasikan dalam perencanaan tpop atau bbws.
Rekomendasi
Kuota Partisipasi
- Minimal 30% pengurus p3a dan tpop adalah perempuan
- Perwakilan perempuan dalam setiap rapat tata kelola air
- Pelatihan kepemimpinan untuk perempuan
Alokasi yang Sensitif Gender
- Prioritas air untuk kebutuhan domestik (domain perempuan)
- Infrastruktur air dekat permukiman (kurangi beban mengambil air)
- Jadwal rapat yang ramah perempuan (siang, menyediakan childcare)
Pengakuan Peran Produktif
- Data disagregasi gender dalam water-accounting
- Pengakuan kontribusi perempuan dalam pertanian
- Akses kredit dan bantuan pompanisasi untuk perempuan
Pemberdayaan Ekonomi
- Kelompok tani perempuan mendapat alokasi air setara
- Bantuan irigasi untuk kebun rumah (domain perempuan)
- Diversifikasi mata pencaharian berbasis air untuk perempuan
Lihat Juga
- kelompok-rentan - Perempuan sebagai bagian kelompok rentan
- p3a - Organisasi yang perlu lebih inklusif terhadap perempuan
- tpop - Forum yang perlu perwakilan perempuan
- bundel-kekuasaan - Gap kekuasaan gender dalam tata kelola air
- beban-ganda-perempuan - Burden domestik dan produktif
© 2026 Mohamad Mova Al’Afghani, Tenurial Air di Indonesia, CRPG | All rights reserved
Footnotes
-
Berdasarkan observasi lapangan di DAS Cimanuk-Cisanggarung, 2024-2025 ↩