Meskipun sanitasi dasar tersedia bagi 79% populasi, sambungan jaringan pembuangan limbah (sewerage) hanya tersedia kurang dari 1%.[1] Diperkirakan 95% limbah cair dibuang tanpa pengolahan ke lingkungan.[2] Penurunan muka tanah (land subsidence) menjadi masalah serius di beberapa kota besar di Jawa dan Sumatera, terutama pantai utara Jawa yang merupakan lokasi kota-kota besar termasuk Jakarta.[3] Terdapat perdebatan di kalangan ahli tentang sejauh mana ekstraksi air tanah berkontribusi pada penurunan tanah, namun mayoritas berpendapat bahwa ekstraksi air tanah tanpa mitigasi telah menyebabkan penurunan permukaan tanah.[4] Dikombinasikan dengan kenaikan permukaan laut, penurunan tanah akan menyebabkan lebih banyak banjir pasang dan tsunami yang lebih tinggi.
Sumber: Al'Afghani, M.M. (2022). Water Tenure in Indonesia, Section: Figure 3: Water Sources for Household Use Catatan kaki: 1, 2, 3, 4