Permintaan air tahunan diperkirakan meningkat 26% (dan 28% pada musim kemarau) antara 2015-2045, dengan permintaan dari peternakan (289%) dan industri (295%) diharapkan menjadi pendorong utama.10 Produktivitas air di Indonesia termasuk terendah di Asia, hanya menghasilkan USD 3,2 untuk setiap meter kubik yang ditarik.[1]
Sumber: World Bank 2021
Akses ke sumber air "layak" mencapai 90,78%12 (2020), namun perlu dicatat bahwa "layak" mencakup tipologi besar penyediaan air dari pemanenan air hujan, mata air terlindungi, sumur terlindungi termasuk air pipa.13 Akses ke air "pipa" (2018) hanya 23%.14 Tidak mengherankan, 46% kebutuhan domestik berasal dari air tanah.15
Al'Afghani, M.M. (2022). Water Tenure in Indonesia, Section: Table 1: Water Stress per Island. ↩︎